PEMASARAN INTERNASIONAL PRODUK MAKE OVER
PEMASARAN INTERNASIONAL PRODUK MAKE OVER
NAMA : Putri Anjeliana Permatasari
NIM : 1212000140
KELAS : B
MATA KULIAH : PRAKTIKUM M. PEMASARAN
DOSEN PENGAJAR : DR. ENDAH BUDIARTI, M.Si.
PRODI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
2023
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Produk yang dipasarkan dibuat melalui suatu proses yang berkualitas yang memiliki keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan produk tersebut. Pelanggan sukarela untuk kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan yang setia bagi perusahaan. Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah banyaknya pesaing di dalam pasar itu sendiri baik dari produk sejenis maupun dari produk lain. Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-perubahan yang terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran oleh manajemen pemasaran agar dapat secara proaktif mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan yang akan datang.
Perusahaan tidak dapat menutup dirinya dari proses globalisasi. Ekspansi perusahaan tidak semata dilakukan dengan melakukan diversifikasi usaha tetapi juga skala pemasaran dari domestik menuju internasional. Proses ini merupakan tantangan bagi para manajer pemasaran untuk menggabungkan beragam disiplin ilmu tidak saja ekonomi tetapi juga antropologi, sosial, budaya, hukum, lingkungan hidup, geografi, sejarah, dan sebagainya. Pemasaran Internasional menciptakan banyak kesempatan dan tantangan bagi perusahaan untuk mengembangkan perusahaan. Saat ini tidak ada satupun negara di dunia yang mampu menjalankan ekonomi tertutup. Proses globalisasi sudah dimulai sejak 3.000 tahun terakhir tetapi teknologi informasi/telekomunikasi dan transportasi sepanjang 2 abad terakhir membuat globalisasi semakin masif. Saat ini penyebaran informasi, manusia dan barang ke seluruh dunia dalam waktu singkat. Perpindahan cepat tersebut mengubah paradigma ekonomi dan bisnis masyarakat dunia. Oleh karena itu, penting mempelajari proses internasionalisasi dan konsekuensinya terutama dari perspektif Indonesia.
Peningkatan pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia tidak lepas dari dukungan dan upaya pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mendorong produsen kosmetik lokal agar mampu bersaing dan meningkatkan penjualan mereka di dunia internasional. Hal ini sebagai langkah pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai market leader dunia kecantikan terutama di negara Asia yang beberapa tahun terakhir ini dipegang oleh Korea Selatan, dimana minat masyarakat terhadap negara tersebut terus meningkat. Potensi pasar kosmetik yang semakin besar juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti peningkatan kesadaran wanita untuk mempercantik diri melalui penggunaan make-up, peningkatan jumlah penduduk pada usia remaja yang lagi gemar-gemarnya bersolek dan make-up saat ini menjadi bagian dari gaya hidup wanita Indonesia.
Di Indonesia, pasar kosmestik diwarnai oleh pemain lokal dan impor. Dari banyaknya perusahaan kosmetik lokal yang ada, Make Over merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan kosmetik yang sudah go internasional bahkan keberadaannya sering disangka dari luar negeri. Make Over didirikan oleh seorang pengusaha kosmetik asal Indonesia melalui PT. Paragon Technology and Innovation yang diproduksi di dalam negeri sejak tahun 2003. Seperti yang dikutip dari IDNTimes, Make Over menempati posisi ketiga setelah produk Make Over dan Sensatia Botanicals dalam 7 (tujuh) merek kosmetik lokal yang mempunyai kualitas tidak kalah dari brand produk luar negeri. Kualitas produk dan packaging yang digunakan adalah bahan premium berkualitas tinggi dengan kombinasi warna putih pada tulisan dan warna hitam sebagai dasar packaging membuat Make Over terlihat elegan dan pemilihan varians warna berbeda dari merek lokal lainnya. Selain fokus pada kualitas produknya, Make Over juga gencar melakukan promosi dan mengikuti berbagai macam event baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Make Over agar konsumen terutama pengguna Make Over mendapatkan informasi yang dapat dipercaya dengan baik yaitu dengan melakukan strategi periklanan menggunakan Celebrity Endorser yang memungkinkan akan meningkatkan penjualan. Para Selebriti tersebut digunakan oleh Make Over untuk mempromosikan dan mendukung produknya. Semakin baik citra seorang celebrity endorser yang digunakan untuk mempromosikan produk dari suatu perusahaan maka akan semakin baik pula citra positif yang diberikan kepada image brand produk yang didukungnya.
Layaknya bisnis dan persaingan antara perusahaan sudah pasti memerlukan strategi dan rencana yang bagus dan baik untuk melawan perusahaan-perusahaan lain dalam hal ini diperlukan strategi pemasaran ataupun strategi manajemen yang harus diterapkan oleh perusahaan tersebut untuk perkembangan perusahaan tersebut. Strategi pemasaran adalah membuat keputusan tentang biaya pemasaran dari anggaran pemasaran, dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan persaingan yang diantisipasi. Secara umum sukses tidaknya perkembangan suatu perusahaan tergantung pada bagaimana perusahaan memutuskan strategi pemasaran yang diterapkannya, tetapi juga tergantung pada analisis dan pengamatan yang tepat terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan.
Perencanaan pemasaran merupakan suatu bentuk proses manajemen yang mengarah pada suatu strategi pemasaran, dimana tujuan utamanya adalah untuk mencapai tujuan pemasaran, sehingga dilakukan melalui serangkaian proses dan koordinasi yang sistematis untuk sampai pada suatu solusi perencanaan pemasaran. Pemasaran internasional didefinisikan sebagai pemasaran yang menjangkau satu atau lebih negara. Globalisasi adalah kegiatan pemasaran perusahaan multinasional yang melakukan bisnis di seluruh dunia di beberapa negara dengan memanfaatkan taktik pemasaran global, pasar global, dan produk dan standar global. Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antara penduduk suatu negara dan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Populasi yang dipermasalahkan mungkin antara orang (orang dan individu) atau antara individu dan pemerintah satu negara dan pemerintah negara lain. Kompleksitas Pemasaran Internasional:
1. Pembeli dan penjual dipisahkan oleh batas.
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari satu negara ke negara lain menurut aturan yang berbeda, seperti pembatasan yang diberlakukan oleh masing-masing pemerintah.
3. Negara memiliki perbedaan dalam bahasa, mata uang, peringkat dan skala, dan undang-undang perdagangan.
Setiap bisnis yang ada di dunia ini, sudah pasti memerlukan teknis perencanaan pemasaran yang baik untuk memajukan perkembangan perusahaan tersebut. Dalam hal ini make over ada beberapa Tahap-Tahap untuk menjadi pemasaran international yaitu sebagai berikut:
1. No foreign marketing, korporasi telah mempertahankan kontak dengan komunitas di seluruh dunia, tetapi bukan karena kurangnya inisiatif atau kurangnya bisnis untuk beriklan di luar negeri. Barang-barang perusahaan beredar di pasar internasional sebagai hasil pesanan dari luar negeri, klien asing yang mengunjungi perusahaan, atau atas nama eksportir.
2. Infrequent foreign marketing, yaitu pemasaran internasional yang jarang Perusahaan mulai memasarkan ke pasar luar negeri, tetapi hanya jika memiliki kelebihan produksi. Jika pasar domestik masih bisa mengambilnya, kegiatan ini akan dihentikan. Pada titik ini, baik organisasi maupun barang-barangnya tidak disesuaikan dengan pasar dunia.
3. Reguler foreign marketing, yaitu produsen telah merencanakan untuk menjual produk mereka di pasar internasional.
Salah satu aspek yang paling berpengaruh dalam pemasaran internasional adalah faktor budaya. Pemasar internasional harus mengetahui pengaruh budaya dan harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi akibat adanya aspek budaya ini. Hal ini karena setiap daerah dan batas wilayah memiliki budaya yang berbeda-beda. Sehingga Dalam membuat produk, budaya merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi karakteristik produk tersebut. Di sisi lain hubungan bisnis antara pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis juga sangat dipengaruhi oleh faktor budaya atau kebangsaan yang berbeda. sehingga pemasaran internasional memiliki tantangan tersendiri dalam ke dinamisan faktor budaya internasional tersebut. Salah satu tantangan yang harus dihadapai oleh perusahaan global dalah karakteristik perilaku konsumen yang semakin kompleks.
Oleh karena itu aspek budaya menjadi aspek yang harus diperhatikan bagi perusahaan yang akan melakukan kegiatan bisnisnya secara global, sehingga aspek budaya dapat dijadikan landasan perusahaan dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Karena perbedaan budaya terdapat di seluruh negara, sebuah pemahaman dari pengaruh budaya dalam perdagangan internasional merupakan hal penting untuk diketahui manajemen internasional. Jika manajer internasional tidak mengetahui sesuatu tentang budaya dari Negara lain yang mereka tuju untuk berbisnis, maka hal tersebut akan menimbulkan bencana bagi perusahaan.
Berikut beberapa karakteristik kebudayaan yang perlu diperhatikan bagi manajer yang menjalankan bisnis internasional, karena karakteristik ini mempunyai relevansi dengan bisnis internasional:
a) Kebudayaan mencerminkan perilaku yang dipelajari (learned behaviour) yang ditularkan dari satu anggota masyarakat yang lainnya.
b) Unsur- unsur kebudayaan saling terkait (interrelated).
c) Kebudayaan sanggup menyesuaikan diri (adaptive), artinya kebudayaan berubah sesuai dengan kekuatan-kekuatan eksternal yang mempengaruhi masyarakat tersebut.
d) Kebudayaan dimiliki bersama (shared) oleh anggota-anggota masyarakat tersebut dan tentu saja menentukan keanggotaan masyarakat itu. Orang-orang yang sama-sama memiliki suatu kebudayaan adalah anggota suatu masyarakat, orang-orang yang tidak memilikinya berada diluar batas-batas masyarakat, berikut beberapa pendapat lain tentang karakteristik budaya, adalah sebagai berikut:
a. Dipelajari: Budaya tidak diwariskan atau bersifat biologi, budaya diperoleh dari pembelajaran dan pengalaman.
b. Dibagi: Masyarakat adalah anggota dari kelompok organisasi atau pembagian budaya masyarakat, budaya tidak spesifik pada perorangan dan individu.
c. Perubahan generasi: Budaya bersifat kumulatif, melewati dari generasi yang satu ke generasi yang lainnya.
d. Symbolic: Budaya berdasarkan pada kapasitas manusia untuk memberi tanda atau menggunakan sesuatu untuk menggambarkan yang lain.
e. Diteladani: Budaya mempunyai struktur dan terintegrasi, perubahan dari 1 bagian akan membawa perubahan pada bagian lain.
f. Penyesuaian: Budaya berdasarkan pada kapasitas manusia untuk berubah & menyesuaikan diri.
Strategi internasional adalah strategi bisnis internasional perusahaan yang menerapkan strategi bisnis di pasar domestik dan luar negeri dengan membaca peluang, dimana pesaing-pesaing lokal tidak memilikinya. Thomas L. Harris mengatakan bahwa banyak strategi yang dapat diterapkan melalui strategi marketing public relations strategy A to Z. Perpaduan antara marketing public relation dengan periklanan dapat meningkatkan hasil yang ingin dicapai serta dapat efektif dalam membangun brand awareness dan brand knowledge. Pemasaran sejatinya merupakan visi dan misi perusahaan di masa depan. Pemasaran dapat berkontribusi pada persepsi kinerja hubungan pelanggan, keuangan yang kokoh, dan kinerja produk baru di luar interpretasi yang digerakkan oleh pasar.
Perusahaan dapat menggunakan teknologi digital, perangkat dan alat sebagai sarana untuk menghindari berbagai hambatan, termasuk yang berkaitan dengan lokasi dan analisis pasar luar negeri, identifikasi peluang di luar negeri, dan komunikasi dan interaksi dengan pelanggan asing, yang secara tradisional dipandang sebagai serius menghambat keterlibatan perusahaan, operasi dan ekspansi di pasar internasional. Hal ini karena, berbeda dengan cara tradisional yang diadopsi dalam aktivitas pasar luar negeri, penerapan pendekatan digital untuk bisnis internasional: lebih murah dan berisiko dalam beroperasi di pasar luar negeri, sementara transaksi dengan pelanggan asing dilakukan dengan cara yang lebih lancar; melonggarkan efek hambatan dari berbagai kendala geografis dan psikologis, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menangani lebih kompeten di pasar yang beragam, kompleks, dan jauh; dan menghindari kontrol, pembatasan, dan hambatan lain yang diberlakukan oleh pemerintah asing dan badan pengatur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem infrastruktur dalam negeri.
Mengembangkan dan memelihara aktivitas pemasaran internasional menggunakan alat online membutuhkan waktu dan upaya yang substansial, serta dukungan berkelanjutan dari sumber daya keuangan, manusia, dan teknologi yang memadai. Membutuhkan manajer yang berkomitmen dan berdedikasi untuk memantau keberadaan perusahaan di berbagai situs online dan terus memperbarui, beradaptasi, dan menanggapi perubahan yang terjadi di pasar global. Misalnya, situs web perusahaan yang ketinggalan jaman, blog perusahaan yang terbengkalai, dan pertanyaan yang tidak terjawab yang diajukan di media sosial oleh individu membuat kesan buruk terhadap perusahaan dan, pada kenyataannya, menandakan bahwa perusahaan tidak terlalu peduli dengan pelanggan dan kebutuhan mereka. Ini juga dapat merusak reputasi perusahaan sebagai pemasok barang yang andal dan dapat dipercaya untuk pelanggan asing yang akibatnya dapat mengembangkan sikap tidak setuju terhadap penawaran produk perusahaan dan terlibat dalam kata negatif dari mulut ke mulut.
Make Over merupakan local brand kosmetik yang memiliki banyak pesaing hebat dengan beberapa global brand lainnya. Semakin banyak competitor yang mulai memiliki spekulasi yang sama dengan Make Over. Dengan mendepankan kualitas untuk makeup professional, Make Over yakin menjadi market leader pertama local brand kosmetik yang unggul dan kompetitif. Strategi program Integrated Marketing Communication dari brand Make Over dengan melakukan penggabungan unsur pemasaran periklanan, promosi, humas dan marketing humas, penjualan personal, pemasaran langsung dan event marketing.
Tujuan utama pemasaran global make over adalah untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkuat citra merek perusahaan di pasar global. Standarisasi dan adaptasi adalah dua pendekatan yang umum digunakan dalam pemasaran global untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai pasar. Hal ini menunjukkan titik keberhasilan perusahaan terletak pada kemampuan karyawannya melayani serta memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen.

Komentar
Posting Komentar