Nilai Pelanggan dan Pemilihan Pelanggan

NAMA                        : Putri Anjeliana Permatasari

NBI                             : 1212000140

KELAS                       : Bussines Relationship (F)

DOSEN PENGAJAR : Angga Dutahatmaja, S.Kom., M.M.

Nilai Pelanggan dan Pemilihan Pelanggan

v  Dasar Evaluasi Pelanggan

Pembentukan dan pemupukan hubungan bisnis membutuhkan sumber daya yang besar.  Keputusan pembelian dipengaruhi oleh perilaku pelanggan di mana investasi pemasok dilakukan. Pilihan dan pemilihan pelanggan yang "penting" tersebut merupakan bagian utama dari manajemen hubungan bisnis. Pengalaman praktis sering menegaskan bahwa pelanggan dengan pendapatan tertinggi bukanlah mereka yang berkontribusi paling besar bagi kesuksesan pemasok. Nilai pelanggan secara umum dapat didefinisikan sebagai ukuran kontribusi langsung dan tidak langsung dari pelanggan terhadap pencapaian tujuan pemasok.

v  Pengukuran Penentuan Nilai Pelanggan

-Pengukuran Ekonomi-Kuantitatif Nilai Pelanggan

Parameter ekonomi-kuantitatif yang paling penting bagi sektor bisnis ke bisnis dampaknya terhadap nilai pelanggan. Penentuan nilai pelanggan berdasarkan pendapatan yang dihasilkan oleh pelanggan (analisis pendapatan). Nilai pelanggan dihitung secara sederhana sebagai total dari semua jumlah yang ditagih kepada pelanggan selama suatu periode, biasanya satu tahun. Metode ini mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan, yang berarti biaya langsung dari hubungan pelanggan tertentu, dari pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis dengan pelanggan.

v  Perbedaan dari sisi pendapatan dengan margin biaya.

1. Perhitungan margin kontribusi pelanggan biasanya mempertimbangkan masa lalu dan kemudian hanya satu periode saja. Tujuannya adalah agar pelanggan menjadi setia kepada pemasok dan konsekuensinya adalah bisnis tambahan yang setidaknya akan mengimbangi biaya transaksi awal. Yang dapat memecahkan setidaknya beberapa masalah yang disebabkan oleh penerapan margin kontribusi pelanggan adalah penggunaan Nilai Umur Pelanggan (CLV).

Pendekatan CLV umumnya merupakan metode perhitungan yang menerapkan prinsip analisis investasi dinamis untuk hubungan pelanggan. Ada dua metode perhitungan fundamental: perhitungan CLV potensial dan perhitungan CLV saat ini. CLV biasanya dihitung untuk satu hubungan bisnis. Perbedaan antara kedua metode tersebut adalah waktu referensinya:

a. Untuk menghitung nilai potensial (masa hidup pelanggan), arus kas ditambahkan bersama tanpa modifikasi apa pun, misalnya tidak didiskon. Struktur dasar prosesnya sama dengan struktur perhitungan margin kontribusi pelanggan.

b. Nilai saat ini (seumur hidup pelanggan) ditentukan dengan menerapkan prinsip penilaian investasi dinamis, yang mengasumsikan bahwa pembayaran di masa depan bernilai kurang dari pembayaran saat ini. Jadi pembayaran masa depan didiskontokan pada tingkat bunga tertentu.

v  Penggunaan CLV sebagai alat negosiasi untuk pelanggan utama.

2. Saat pendapatan relevan dihitung, hanya jumlah yang ditagih ke pelanggan yang dipertimbangkan. Pendapatan yang diperlakukan sebagai pendapatan individu sebenarnya adalah pendapatan "overhead" karena dapat dikaitkan dengan sumber yang sama perilaku pelanggan tertentu.

 

Untuk dapat memenuhi tujuan manajemen hubungan bisnis, penting untuk memeriksa pengembangan nilai pelanggan jangka panjang dan untuk terus memantau sejauh mana potensi keberhasilan yang teridentifikasi benar-benar tercapai.    

https://www.untag-sby.ac.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RISET PASAR, PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN, PENENTUAN HARGA DAN STRATEGI HARGA, DISTRIBUSI DAN SALURAN PEMASARAN, PROMOSI DAN KAMPANYE PEMASARAN PADA PENJUALAN PRODUK BRAND IMPLORA DI TOKO BELIA COSMETIC

PEMASARAN INTERNASIONAL PRODUK MAKE OVER